IndoCharity

Organisasi nirlaba yang ditujukan untuk menjadi rumah segala derma, memberdayakan masyarakat, meningkatkan pendidikan, membina perkembangan anak-anak kurang mampu, serta pemeliharaan lingkungan.
Mari Bergabung!

[LAPORAN] Bukan Buka Biasa

Hari Minggu kemarin, tidak seperti biasanya, kegiatan Indocharity dimulai pada pukul satu. Di siang yang hangat, adik-adik Rumbel berkumpul di lapangan futsal depan PAUD tempat mereka biasa belajar, berkeliaran sambil bercanda-canda seperti biasa, tapi kali ini semua berbusana muslim rapi dan lengkap. Beberapa kakak pengajar yang telah datang juga berbusana rapi, sedang asyik berbincang. Sebagian wajah di antaranya asing.

Berkumpul
Kak Dara mengabsen adik-adik
Duduk manis

Rupanya ini adalah hari yang telah ditunggu-tunggu oleh seluruh elemen ICHI, hari dimana acara Bukan Buka Biasa akan dilaksanakan. Wajah-wajah asing yang baru terlihat adalah wajah para kakak volunteer yang mendaftar untuk ikut acara buka puasa bersama yang diadakan oleh ICHI di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin pada hari Minggu itu. Kakak-kakak yang datang ramai, adik-adiknya lebih-lebih lagi. Karena matahari semakin tinggi, Kak Fenty dan Kak Dika selaku master of ceremony of the day pun meminta kakak-kakak yang hadir untuk bersiap-siap berangkat. Semua adik diminta berbaris rapi sesuai dengan kelas mereka masing-masing. Lalu mereka pun diabsen oleh Kak Riwe, Kak Dara, dan Kak Dien. Selanjutnya adalah saatnya pembagian kelompok. Adik-adik dan kakak-kakak yang hadir diminta untuk berhitung untuk menentukan kelompok. Hal ini bertujuan agar setiap adik mendapatkan kakak pendamping selama acara. Setelah kelompok terbentuk dan semuanya duduk tenang di lapangan, Kak Fenty dan Kak Dika menjelaskan tentang kegiatan mereka hari itu. Termasuk juga dijelaskan tentang keadaan teman-teman di panti dan bagaimana adik-adik sebaiknya bersikap pada mereka.

Kelompok yang sudah terbentuk
:)
Foto dulu :)
Kak Irma dan Umay

Sembari Kak Fenty dan Kak Dika menjelaskan di depan, Bani, salah satu adik Rumbel ICHI, bergerak mengitari barisan sambil membawa sebuah tabung karton. Rupanya itu celengan yang dibuat oleh adik-adik minggu lalu untuk menabungkan uang mereka untuk kemudian diberikan kepada panti tunanetra. Selesai berkeliling, menawari barangkali ada adik-adik yang mau menabung lagi, Bani maju ke depan. Kak Satu membantu Bani membuka tabung karton dan menghitung uang bersama-sama dengan Kak Fenty. Ternyata terkumpul uang sebanyak 120 ribu rupiah! Jumlah yang banyak. Ternyata adik-adik Rumbel sangat bersemangat untuk ikut menabung.

“Kak, kalau Minggu ini aku ga dikasih uang, kan puasa.”
“Kak, aku bawa kado juga (untuk penghuni panti), ngasihnya gimana?”

Beberapa adik berbisik di barisan, menunjukkan semangat mereka untuk ikut berbagi dengan para penghuni panti tunanetra. Kakak yang mendengarkan tentu cuma bisa bilang “gak apa-apa” sambil senyum-senyum.

Kahfi juga ikut mengisi celengan
Tung itung celengan
Kak Satu membantu Bani menghitung uang

Setelahnya, rombongan pun berangkat bersama-sama ke panti tunanetra dengan mikrolet yang dicarter. Sesampainya di sana, semua orang langsung masuk dan duduk di aula, menunggu para penghuni panti masuk ke aula. Mereka duduk di antara para adik ICHI. Para kakak pun mulai berkenalan dan mengenalkan adik ICHI pada mereka. Beberapa mengobrol dengan antusias, beberapa adik malu-malu bertanya dengan berbisik pada kakak yang duduk di dekat mereka tentang keadaan para penghuni panti. Kesempatan yang sangat baik untuk membuat para adik mengerti betapa beruntungnya diri mereka.

Naik mikrolet!
Kahfi pura-pura jadi kenek

Acara dimulai oleh Kak Dika dan Kak Fenty dengan menyenangkan, yaitu dengan ajang bakat dadakan berhadiah snack bag. Beberapa adik kecil yang tergabung dengan PAUD maju menyanyi dengan malu-malu. Pada pukul tiga, tepat sesuai jadwal, Kak Satu pun maju ke depan, mengenalkan kepada seluruh aula tentang Indocharity dan rumah belajarnya. Setelahnya Kak Rizki selaku Ketua Panitia pun maju untuk menyampaikan beberapa kata sambutan. Lalu, ada Pak Yahya, pengurus panti, ganti menjelaskan tentang kisah Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin. Ternyata panti ini diurus oleh Dinas Sosial dan memiliki sekitar 70 orang penghuni tetap. Berdasarkan obrolan Kak Aulia dengan Kak Ike, salah seorang penghuni, beberapa penghuni ada yang pulang-pergi, tidak menginap di panti. Kak Ike bilang, di panti ada kelas-kelas. Para penghuni diajari membaca huruf Braille dari awal, dari abjadnya. Di panti ini juga para tunanetra diajari berbagai keterampilan, mulai dari memainkan alat musik, salon, massage, dan lain sebagainya.

Semua berebut ingin maju
Salah satu yang beruntung mendapatkan snack dari Kak Fenty
Kak Satu selaku ketua IndoCharity menyampaikan beberapa hal.
Kak Rizki, ketua pelaksana Bukan Buka Biasa
Pak Yahya, perwakilan dari panti

Sore tiba, para kakak-adik ICHI dan penghuni panti pun shalat Ashar berjamaah. Pada persiapan shalat, semua hadirin harus keluar dari aula untuk mengambil wudhu. Di tengah keramaian, sebagian penghuni panti kesulitan mencari sandal mereka. Adik-adik Rumbel ICHI, tanpa perlu diinstruksikan, membantu para penghuni mencari sandal mereka. Juga sebagian membantu para penghuni yang ingin lewat. Sungguh pemandangan yang membuat hati nyaman.

Setelah shalat, para adik ICHI sudah bersiap untuk tampil. Penampilan dibuka oleh Bani dan Kak Irma yang dengan indah berkolaborasi dalam suatu musikalisasi puisi. Kak Irma membuka dengan ukulelenya dan Bani menimpali dengan lantunan kata-kata. Setelahnya, gantian para adik perempuan yang sudah duduk di SD kelas akhir yang maju. Vocal group ICHI. Mereka menyanyikan tiga lagu yang telah mereka latih beberapa kali dengan Kak Ricko. Sungguh menggemaskan melihat mereka menyanyi bersama-sama sambil mengayunkan tubuh ke kanan dan kiri. Seperti paduan suara sungguhan.

Bani dan Kak Irma menampilkan musikalisasi puisi
Vocal group Rumbel ICHI
Marawis dari panti

Penampilan adik-adik ICHI pun berbalas. Para penghuni panti maju ke depan dengan alat marawis lengkap tertata. Satu dari mereka memainkan biola, dua dari mereka menyanyi, sisanya dengan lihai memukul alat-alat perkusinya. Indah. Ritme dentuman perkusi mereka sangat mudah dinikmati. Belum lagi suara penyanyinya yang mendayu-dayu. Lantunan pujian pada Tuhan yang mereka nyanyikan pun terdengar lebih mengena daripada biasanya. Adik-adik dan kakak-kakak menonton pertunjukan tersebut dengan kagum.

Penampilan duet keyboard dan biola dari warga panti.
Warga panti bernyanyi diiringi biola dan keyboard

Setelah penampilan marawis yang mengagumkan, salah satu penghuni panti yang jago bermain biola lanjut mengiringi penghuni panti lainnya bernyanyi. Lagu pop yang penuh semangat. Keren sekali. Keterbatasan mereka tidak membatasi diri mereka sama sekali.

Penampilan-penampilan yang membuat larut membuat sore semakin cepat pergi. Setelahnya, ICHI, diwakili oleh Kak Rizki dan adik-adik, memberikan bingkisan alat kebersihan, peralatan tulis, dan peralatan shalat kepada para penghuni panti yang diwakilkan oleh Pak Yahya. Tidak lupa pula, uang tabungan adik-adik serta kado-kado yang mereka siapkan sendiri pun diserahkan, diwakili oleh adik-adik dan beberapa teman penghuni panti.

Kak Rizki secara simbolis menyerahkan bantuan berupa alat kebersihan ke Panti
Putri, mewakili Rumbel ICHI memberikan bantuan berupa alat tulis braile 
Bani memberikan bingkisan berisi alat sholat dan alat mandi ke penghuni panti
Hanum mewakili adik-adik memberikan uang hasil tabungan mereka ke warga panti
Puja memberikan kado ke salah satu warga panti

Lepas itu, acara pun masuk ke rangkaian yang lebih tenang. Ustadz Ramlan memberi ceramah sebelum berbuka puasa. Kakak-kakak ICHI, tentu saja sibuk membagi takjil dan air mineral untuk persiapan berbuka puasa. Setelah menunggu adzan dari mesjid sebelah, seluruh hadirin pun shalat Maghrib berjamaah di aula. Lepas shalat, seluruh penghuni panti dan kakak-adik ICHI di aula makan nasi kotak, dan tentu saja, Kebab Baba Rafi yang enaknya tiada tara. Acara makan berlangsung ramai, peuh obrolan. Semua pihak senang karena acara hari itu berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Para adik Rumbel ICHI pun hari itu cukup tenang dan bersikap baik.

Kultum oleh Ustadz sebelum berbuka
Sholat Maghrib berjamaah
Sebelum makan, foto dulu. Hehehe.
Kak Dara membagikan Kebab Baba Rafi
Horee! Dapet Kebab Baba Rafi!

Setelah semua selesai makan, seperti biasa, di akhir acara ada sesi berfoto bersama. Kak Mira yang sepanjang acara mendokumentasikan kegiatan dengan baik, mengatur agar seluruh hadirin dapat masuk dalam gambar. Setelah itu, sebelum benar-benar berpisah, kakak-kakak ICHI memberikan goodie bag berisi alat-alat mandi seperti handuk, sikat gigi, sabun, dan lain-lain kepada para penghuni panti.

Foto bersama
Isi bingkisan untuk ke Panti. Selain itu ada alat sholat juga untuk mereka :)
Membagikan bingkisan ke warga panti
Adik-adik Rumbel ICHI juga kebagian bingkisan mukena baru!
Sebagian panitia

Sebelum pulang, adik-adik ICHI pun mendapat goodie bag berisi mukena. Kakak-kakak ICHI pun mengantar mereka pulang ke Kalibata, kembali ke rumah masing-masing. Semua bersemangat, semua berceloteh dengan senang selama perjalanan pulang.

Terima kasih untuk Kebab Baba Rafi, para donatur, kakak-kakak panitia dan seluruh pendukung yang membuat acara ini berjalan baik.

Hari yang menyenangkan.

Salam,


Aulia Agassi

Share this: