IndoCharity

Organisasi nirlaba yang ditujukan untuk menjadi rumah segala derma, memberdayakan masyarakat, meningkatkan pendidikan, membina perkembangan anak-anak kurang mampu, serta pemeliharaan lingkungan.
Mari Bergabung!

[laporan dan jurnal] After the Rain, ke taman mini bersama adik-adik korban banjir


“ Kak Satuuu ---- ! “ teriak beberapa dari belasan anak yang pertama kali melihat saya berjalan ke arah mereka. Seperti biasa, berebutan mencium tangan saya adalah hal yang biasa terjadi ketika saya atau para kakak lainnya datang untuk mengunjungi mereka.

“ Kakak lama banget datengnya. Kita jadi kan jalan-jalan ke Taman Mini nya ? “ kata salah seorang dari mereka. Kurang jelas yang mana yang berkata, saat itu banyak sekali yang mengerubungi saya. Seraya tersenyum saya menjawab, “Ya jadi dong. Kalian sudah siap?”

“ Udah dari tadi! “ kata mereka dengan sedikit dialek betawi.

After the rain . sebuah bakti sosial untuk anak-anak korban banjir kalibata

prolog
Hari minggu ini, 3 februari 2013, Saya dan beberapa teman memang berencana untuk mengajak adik-adik ini ke Taman Mini. Di-inisiatifkan oleh seorang sahabat dari Singapura, Bob (biasa dipanggil Uncle Bob), kami ingin menyegarkan pikiran adik-adik ini dari kenangan banjir yang belum lama ini melanda keluarga mereka. Masih jelas terbayang oleh saya, genangan air yang melebihi pintu rumah yang berjarak 70m dari tepi sungai Ciliwung di Kalibata. Rumah terdekat yang berhampiran dengan sungai, ada beberapa yang hanyut terbawa. Bukan barangnya lho, tapi rumahnya yang hanyut.

rumah korban banjir
tempat para pengungsi tidur
Saya dan beberapa teman yang tinggal berdekatan dengan lokasi banjir tersebut langsung bergerak dan membantu sebisanya. Walaupun bantuan dari kami tidak seberapa, tapi menjadi pihak yang membantu sebelum tenda BNPB dan posko-posko LSM didirikan, sepertinya sesuatu yang membuat saya senang juga. Disanalah saya bertemu dengan adik-adik ini. Tak terlalu sedih dengan kondisi rumahnya yang terendam dan membuat mereka sekeluarga harus mengungsi dan bermalam di kolong jembatan, mungkin dikarenakan ini bukan bencana banjir yang pertama bagi mereka. Beberapa anak terlihat berenang di genangan air yang coklat seperti susu coklat itu. Saya memutuskan untuk membuat sesuatu yang menarik agar mereka tidak terfokus dan main di genangan tersebut.

Saya dan teman-teman mengajak mereka menggambar bersama, atau hanya sekedar mengobrol sambil bermain tebak-tebakan. Walaupun saya dan mereka baru saja berkenalan, rupanya hubungan kami langsung tidak berjarak. Cepat akrab. Mereka bercerita banyak hal. Senang dan sedih. Seperti misalnya, ada beberapa anak yang tinggal kelas. Beberapa bercerita tentang tidak sempat memindahkan buku di rumah sehingga buku sekolahnya terendam banjir. Hal ini, membuat saya dan teman-teman tambah ‘gemas’ lagi, untuk membantu mereka lebih jauh. Saya ingin mengajar mereka sampai pintar.

10 hari setelah banjir surut, kami memanggil nama mereka satu persatu untuk diberikan buku tulis sebanyak 20 buku per anak, plus alat tulisnya. Kami juga yakin, sedikit rekreasi itu diperlukan untuk mereka yang baru saja melewati bencana banjir. Tawaran kami disambut dengan sorak sorai gembira tanda setuju dari mereka.

Hari yang cerah di Taman Mini Indonesia Indah
Ketika kita berbuat baik, seringkali seluruh elemen di bumi dan langit membantu dan memudahkan jalan kita. Hal itu yang kami rasakan ketika bertamasya ke Taman Mini kemarin. Pagi dimulai dengan awan awan yang merindangkan sinar mentari. Adik-adik dengan tidak sabar memaksa untuk pergi secepatnya ke Taman Mini, padahal kami masih menunggu beberapa kakak volunteer yang masih dalam perjalanan. Kami membagi mereka ke dalam grup grup kecil, terdiri dari 2 kakak dan 5-6 adik di setiap grupnya. Sebanyak 50 anak itu kami bagi kepada 8-9 kelompok kecil.

di metromini
Lalu dua metromini yang kami sewa datang dan seperti sudah kami duga, para adik langsung naik dengan semangat. Abang supir menyambut dengan senyum. Saya bersyukur kami mendapat supir yang baik dan murah senyum. Ketika semua kakak sudah datang dan naik bis, kami pun jalan sekitar pukul 0900 pagi.

Sekali lagi kami bersyukur ketika jalanan pun tidak macet. Lebih sedikit dari 30 menit, kami sudah sampai di TMII. Setelah semua turun dan bis pergi, kami membagi kembali menjadi kelompok kecil, dan ini rundown acara kami selama disana.

0930-1200 keliling ke objek mana saja yang diinginkan masing-masing kelompok
1200 makan siang bersama (di satu spot)
1300 keliling sesi dua, bersama-sama, semua kelompok
1500 berkumpul kembali untuk pulang

Sederhana sekali yah. Tapi memang kami fokus ke jalinan antara kakak-adik, serta pengajaran budaya Indonesia.

bernyanyi di bis
Para adik dan kakak bergantian menaiki bis keliling yang datang. Kak Vian dengan sigap menjadi pemandu wisata di Taman Mini dengan mengambil mic yang ada di bis dan mulai menjelaskan. Kami melewati rumah adat kalimantan, sumatra, istana anak-anak, toraja. Kelompok saya sendiri terdiri dari 7 anak lelaki. Yang terkecil kelas 3 SD, yang paling tua kelas 1 SMP. Kelompok ini kelihatan sedikit terlalu aktif. Terbukti dengan mereka memanjat ke perahu yang menjadi model di kawasan Toraja, atau mencoba memasuki pagar museum Transportasi. Untungnya bisa dicegah. Kami main juga ke museum transportasi untuk melihat model pesawat Garuda Indonesia, juga helikopter SAR, serta kereta dan bis pada zaman dahulu.

Kak Tita dan teman-teman membeli tiket untuk masuk istana anak-anak,  untuk kami semua. Kali ini adik-adik perempuan yang tidak sabar menaiki istana berwarna pink tersebut. Di kawasan ini sedikit ramai, jadi kami harus berhati-hati agar adik-adik kami tidak tersesat.

Sampai akhirnya waktu makan siang tiba, kami makan bersama di kawasan Toraja. Dengan bekal yang didonasikan oleh Uncle Bob dan teman-teman, kami lahap menyantap nasi bungkus berisi ayam goreng yang enak banget ! ada sayur dan sambal nya juga.
“ Eh, sebelum makan, jangan lupa kita ber--? “
“ Berdoaaaaa ! “ jawab mereka serentak.

menikmati nyamannya pesawat Garuda Indonesia di museum transportasi
Sesi jalan-jalan kedua juga tidak luput dari tawa dan lari-larian. Walaupun tenaga mereka sudah terkuras pada pagi harinya, tapi tetap saja aktif. Kami jalan kaki melewati danau yang berbentuk peta Indonesia. Tidak semua hapal propinsi-ibukota rupanya. Ini PR kami nih untuk bikin mereka hapal =)

Sampai juga di tempat parkir bis. Kami mengatur adik-adik agar naik ke bis dengan teratur. Sementara di dekat rumah mereka di Kalibata, kak Fiqy dan teman-teman sudah menunggu dengan membawa 50 pak menu KFC sebagai makan sore (mungkin makan malam ya) untuk adik-adik. Alangkah senangnya para adik, karena kami tidak memberitahukan sebelumnya. Mereka rupanya suka sekali KFC =)

makan malam sudah siap dibagikaaaan :)
Akhirnya semua sudah kembail ke rumah masing-masing. Kami pun berpamitan pada ketua RT dan orang tua para adik. Mereka terlihat senang, tapi dalam hati saya bergumam, “jangan dulu, masih banyak lagi yang mau saya lakukan disini, untuk adik-adik” hehe

Penutup dan summary
Seperti lazimnya suatu kegiatan, pasti ada kelebihan dan kekurangan. Untuk saya pribadi, sepertinya acara sudah cukup sukses. Target tercapai dengan indikasi adik-adik senang dan gembira, donasi cukup dan rundown tidak terlalu meleset. Kakak volunteer pun rata-rata senang. Adapun kekurangan yang ada, menurut pengamatan saya, seperti koordinasi yang kurang antara semua volunteer. Juga tidak terakomodirnya semua keinginan adik-adik (disebabkan oleh keinginannya juga yang terlalu banyak. Hehe)

Bakti sosial ini dapat terselenggara karena banyak pihak yang membantu. Bersamaan dengan ini, saya dan teman-teman ingin berterima kasih kepada Uncle Bob dan teman-teman (Tita, Diki), Jalan-jalan Berbagi, temen-temen dari Britzone, dan juga semua donatur yang sudah mendukung kegiatan kami ini.

Summary dulu ya
Acara : After the rain, bakti sosial rekreasi ke taman mini bersama adik-adik korban banjir kalibata
Waktu : minggu, 3 feb 2013
Kegiatan : tamasya bersama, belajar budaya Indonesia
Target lokasi : korban banjir ciliwung kalibata
Jumlah anak : 50+
Jumlah volunteer : 20+
Jenis bantuan : rekreasi, makan siang, bekal, makan sore, tiket masuk taman mini
dokumentasi oleh : uncle bob, satu cahaya langit, dan teman teman

Nah mungkin segitu aja dari saya, laporan dana yang disalurkan dan digunakan, dapat di akses di website berikut. laporan keuangan

Jika ada kesalahan kata, mohon maaf. Dan jika ada yang kurang jelas, mohon ditanyakan ya.

Satu Cahaya Langit
Penanggung jawab kegiatan

berjalan bersama

aldi menjajal cockpit pesawat
buku tulis untuk belajar
kakak voluntir sedang menyusun sumbangan alat tulis
hasil gambar salah satu adik di kalibata
mari menggambar

Share this: